Selasa, 15 Mei 2018

6 Bagian Tubuh yang Tak Perlu Sering Dibersihkan



MakmurQQ - Tidur merupakan salah satu aktivitas yang wajib kita lakukan dan dengan waktu yang tepat.

Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur, sedangkan anak-anak dan remaja membutuhkan waktu kurang lebih 10 jam.

Melewatkan waktu tidur tentu tidak baik untuk tubuh dan dapat merusak sistem sirkulasi pencernaan pada tubuh. Tidak hanya itu, penerangan saat tidur pun akan berakibat buruk pada kesehatan.

Jadi, bagaimana sebaiknya tidur? Dengan lampu menyala atau mati?

Pentingnya tidur tanpa menggunakan lampu sekecil apapun cahayanya telah diteliti oleh para ahli.

Menurut Joyce Walsleben, PhD., anggota asosiasi dosen di New York University School of Medicine, meskipun kita tertidur, cahaya tetap dapat terdeteksi oleh kelopak mata dan otak kita tidak akan memproduksi melatonin.

Walsleben juga berkata bahwa kita membutuhkan kegelapan dalam kamar segelap yang masih bisa kita hadapi tanpa menyandung sesuatu (masih bisa mendeteksi keberadaan benda-benda).

Apa dampaknya jika kita tidur dengan lampu menyala?

1. Meningkatkan kemungkinan terkena kanker

Cahaya lampu di malam hari merupakan faktor risiko yang signifikan untuk mengembangkan kanker payudara, menurut para peneliti yang mengkaji data dari 1.679 perempuan dan menerbitkan hasil penelitian mereka di Chronobiology International.

Namun ilmuwan lain berpendapat bahwa setiap gangguan pada ritme sirkadian dapat memicu pelepasan hormon stress dan inilah yang dapat meningkatkan risiko kanker.

2. Cahaya buatan membuat badan gemuk

Sirkulasi tubuh 24 jam kita mengontrol beberapa hormon seperti, ghrelin, insulin dan serotonin yang berpengaruh kepada nafsu makan, penyimpanan lemak, dan mood.

Oleh karena itu, hal-hal yang mengganggu sirkulasi bisa menyebabkan kegemukan, diabetes tipe 2, dan depresi. Bahkan, dokter dan ilmuwan juga menjadi khawatir akan penemuan kasus ini oleh American Medical Association.

3. Menyebabkan insomnia

Beberapa ahli percaya bahwa menyalakan lampu pada malam hari dapat menyebabkan efek biologis.

Sebuah studi di Harvard menemukan bahwa pencahayaan lampu kamar pada larut malam yang berasal dari lampu pijar dapat mengurangi tingkat melatonin, sehingga kita menjadi sulit tertidur.

Bukan hanya lampu yang di atas kepala kita saja yang membahayakan, namun seluruh tingkat pencahayaan yang dapat ditemukan di rumah pada malam hari seperti layar komputer, televisi, dan ponsel dapat menekan sekresi melatonin.

Pada tahun 2011 lalu, sebuah studi menyebutkann bahwa pencahayaan yang dihasilkan oleh layar komputer 5 jam sebelum tidur dapat memengaruhi ritme sirkadian dengan menunda pelepasan melatonin.

4. Mempengaruhi menstruasi

Penelitian melapokan bahwa rotasi shift pekerja, mengakibatkan naiknya tingkat pencahayaan pada malam hari, dan mempengaruhi siklus menstruasi pekerja wanita.

Penelitian tersebut melibatkan 71.077 wanita yang berpartisipasi dalam Nurse Health Study II. Sekitar satu dari lima partisipan bekerja pada shift malam selama paling tidak 1 bulan dalam 2 tahun sebelum studi tersebut diselenggarakan.

Semakin banyak waktu shift kerja yang dihabiskan, semakin tidak teratur siklus menstruasi mereka.

5. Menyebabkan depresi

Gangguan tidur sangat terkait dengan risiko depresi dan pengalaman depresi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry menunjukkan bahwa pencahayaan di malam hari, meskipun redup dan hanya sSebagian tubuh memang ada yang harus sering dibersihkan, tapi ada juga yang tak perlu sering dibersihkan.

Semakin sering dibersihkan, justru akan memunculkan risiko, entah itu terjadi inflamasi atau masalah hal-hal lain.

Dikutip dari Reader's Digest, berikut enam tubuh yang tak boleh terlalu sering dibersihkan.

1. Telinga

Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT), Drollle Voigt, mengingatkan membersihkan telinga dengan alat seperti cotton bud atau sejenisnya berdampak buruk.

Sebab aktivitas dapat mengikis pelindung telinga.

Dia melanjutkan, memasukan alat sejenis cotton bud atau Q-Tip, justru mendorong kotoran lebih masuk ke dalam dan tidak keluar secara alami.

“Kotoran terus diproduksi, semakin besar dan terus ke dalam, tebal dan padat,” kata Voight.

Penumpukan itu berdampak pada gangguan pendengaran atau infeksi telinga. Karena itu hindari benda-benda tersebut untuk membersihkan telinga.

Sebagai gantinya, tunggu hingga kotoran keluar dan terlihat, baru setelah itu dibersihkan.

2. Sel kulit mati

Mencuci wajah minimal dilakukan dua kali sehari. Namun menggunakan pembersih yang berfungsi sebagai scrub tidak harus setiap hari.

Dokter kulit Jody Levine mengatakan, pengelupasan kulit yang berlebihan bisa sama berbahayanya dengan menggunakan jenis produk yang salah, karena dapat menjauhkan kulit dari minyak alami dan menyebabkan jerawat.

Dia merekomendasikan untuk mengeksfoliasi dua kali seminggu untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati.

3. Usus

Ahli gastroenterologi Roshini Raj, mengatakan mendetoksifikasi usus a la blogger kesehatan merupakan pemborosan waktu dan uang.

Sebab, tubuh secara alami mendetoksifikasi melalui proses di hati, ginjal, dan usus besar.

"Di usus besar, sebenarnya bakteri sehat yang berada di sana yang membantu dengan detoksifikasi, dan membersihkan flora yang mengganggu," katanya.

Untuk lebih maksimal, pastikan untuk mengasup makanan yang penuh serat.

4. Rambut

Kita mungkin diajari untuk keramas setiap kali mandi.

Padahal, sedikit minyak alami just membuat rambut terlihat lebih berkilau dan tidak kering.

Karena itu, menurut penata rambut City Elle Kiney, keramas setiap hari dianggap terlalu banyak.

"Kamu cukup memberikan kesempatan pada kulit kepala untuk menyeimbangkan dan menjadi yang terbaik," kata Kiney.

Jika memiliki rambut kering baiknya keramas sekali dalam satu minggu.

Lalu, jika berambut tipis, sebaiknya keramas lebih sering, misalnya tiga hingga empat kali dalam satu minggu.

5. Hidung

Ada alasan sendiri di balik menghindari terlalu sering membersihkan hidung.

Sebab, menurut Voigt, menempelkan jari ke hidung justru membuat risiko hidung tergores.

"Beberapa darah keluar, yang bisa menjadi makanan untuk kuman," katanya.

Lebih dari itu, lanjut Voigt, bisa meningkatkan pengerasan kulit dan iritasi di dalam.

Jika ingin membersihkan, jangan terlalu keras menyemprotkannya, sebab bisa berisiko bagi telinga atau lainnya.

6. Vagina

Sedikit bau di organ intim bukan berarti selalu ada masalah di vagina. Sering membersihkan bagian tersebut justru memperburuk keadaan.

Infeksi seperti vaginosis bakterial dapat menyebabkan bau amis.

Dan jika kamu membasahi dan menggunakan sabun beraroma dengan tingkat pH vagina tak lantas menyelesaikan masalah.

Karena itu, lebih baik untuk tetap membersihkan bagian tersebut dengan air biasa.

"Tapi jika ingin menggunakan sabun, pastikan itu lembut dan tidak beraroma," katanya.iologis seperti yang terjadi pada hewan pengerat.

Pada hamster, cahaya redup di malam hari memicu perilaku seperti depresi dan perubahan pada otak.

Hal ini dapat terjadi akibat ritme sirkadian yang terganggu dan juga penekanan melatonin, menurut Tracy Bedrosian, seorang kandidat PhD pada departemen ilmu saraf di The Ohio State University di Colombus.

Kabar baiknya adalah bahwa gejala akan menghilang ketika kondisi pencahayaan normal kembali.

0 comments:

Posting Komentar

 
close
Situs BandarQ Situs Poker Situs DominoQQ